Pesona Kebaya Menggema : Parade Kebaya Nusantara Semarakkan Harlah ke-76 Fatayat NU Kabupaten Blitar
Ahad, 24 April 2026 – Semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan terpancar kuat dalam gelaran Parade Kebaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang berlangsung meriah.
Parade ini diikuti oleh kader Fatayat NU dari berbagai tingkatan, mulai dari Pimpinan Anak Cabang hingga ranting se-Kabupaten Blitar. Dengan mengenakan kebaya khas dari berbagai daerah di Indonesia, para peserta tampil anggun sekaligus percaya diri, menunjukkan kekayaan budaya Nusantara yang begitu beragam. Warna-warni kebaya yang dipadukan dengan kain tradisional serta aksesoris daerah semakin memperkuat nuansa kebhinekaan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Tidak hanya itu, parade ini juga menjadi refleksi semangat perjuangan perempuan Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh tokoh emansipasi wanita.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Parade Kebaya Nusantara ini merupakan salah satu upaya konkret organisasi dalam mendorong kader perempuan untuk terus berdaya dan berkontribusi di tengah masyarakat. Menurutnya, kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga simbol identitas, martabat, dan kekuatan perempuan Indonesia.
“Melalui parade ini, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan Fatayat NU tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu tampil percaya diri, kreatif, dan berdampak. Kebaya menjadi simbol bahwa kita tetap berakar pada budaya, namun terus bergerak maju†ujarnya.
Parade Kebaya Nusantara ini tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga dikemas dalam bentuk kompetisi yang melibatkan penilaian dari dewan juri. Aspek yang dinilai meliputi keserasian busana, kreativitas dalam memadukan kebaya dengan aksesoris, serta cara peserta menampilkan diri di hadapan publik. Hal ini mendorong para peserta untuk menampilkan yang terbaik sekaligus menggali potensi diri.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota Fatayat NU di Kabupaten Blitar. Suasana kebersamaan terlihat begitu kental, di mana para peserta saling mendukung dan mengapresiasi satu sama lain. Tidak sedikit masyarakat yang turut hadir menyaksikan, menambah semarak acara sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi publik.
Dengan terselenggaranya Parade Kebaya Nusantara ini, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar berharap semangat cinta budaya dan pemberdayaan perempuan dapat terus tumbuh dan berkembang. Kebaya diharapkan tidak hanya dikenakan pada momen tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sehari-hari yang membanggakan.
Melalui kegiatan ini pula, Fatayat NU menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi perempuan muda yang berdaya, berdampak, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. Parade Kebaya Nusantara menjadi bukti nyata bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan selaras dengan semangat modernitas, serta menjadi ruang ekspresi bagi perempuan untuk terus berkarya dan menginspirasi.