PC Fatayat NU Kabupaten Blitar Mulai Program Kampung Sahabat, PAC Wates Jadi Pilot Project
Wates, Kabupaten Blitar – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar mulai mengembangkan program Kampung Sahabat sebagai upaya mewujudkan lingkungan desa yang ramah terhadap perempuan, anak, dan keluarga. Program ini menjadikan PAC Fatayat NU Wates sebagai pilot project atau proyek percontohan dalam pengembangan komunitas berbasis kesadaran hukum, kesetaraan gender, pemenuhan hak asasi manusia, dan inklusi sosial.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar menggelar kegiatan sosialisasi dan asesmen yang dilaksanakan di wilayah PAC Fatayat NU Wates. Kegiatan tersebut berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB dan diikuti oleh 30 peserta.
Dalam kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar diwakili oleh Sahabat Fulva selaku Wakil Ketua serta Sahabat Titin dari Sekretaris LKP3A. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk memetakan kondisi, pemahaman, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan, keluarga, dan kelompok rentan di tingkat ranting.
Proses asesmen dilakukan untuk mengetahui permasalahan kekerasan berbasis gender yang terjadi di sembilan ranting di bawah PAC Fatayat NU Wates. Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang masih perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan.
Salah satunya adalah masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan sering kali hanya dipahami dalam bentuk kekerasan fisik, sementara bentuk kekerasan lainnya belum sepenuhnya dikenali. Dalam proses asesmen, muncul berbagai cerita mengenai pembagian peran dalam rumah tangga yang belum seimbang, termasuk beban pekerjaan domestik yang sepenuhnya dibebankan kepada perempuan.
Selain itu, masih ditemukan keterbatasan informasi dari pemerintah desa terkait Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi hukum agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai hak, perlindungan, serta mekanisme penanganan ketika terjadi kekerasan.
Asesmen juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap isu sensitifitas gender, KDRT, perdagangan orang atau trafficking, serta isu disabilitas masih perlu terus dibangun. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan pendekatan yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis pada kondisi nyata masyarakat.
Selain asesmen, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi mengenai konsep gender. Pengenalan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bahwa gender berkaitan dengan peran, tanggung jawab, serta relasi sosial yang terbentuk di masyarakat dan dapat memengaruhi kehidupan perempuan maupun laki-laki.
Dalam rangka memastikan keberlanjutan program, kegiatan juga menekankan pentingnya pembentukan Tim Kampung Sahabat di tingkat PAC Fatayat NU Wates. Tim tersebut diharapkan menjadi penggerak awal dalam membangun kesadaran masyarakat serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan, anak, keluarga, dan kelompok rentan.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar bersama PAC Fatayat NU Wates akan segera membentuk Tim Kampung Sahabat. Pembentukan tim ini akan menjadi agenda pada pertemuan berikutnya sekaligus menandai tahap lanjutan dari program Kampung Sahabat.
Program Kampung Sahabat dirancang untuk mewujudkan komunitas yang ramah terhadap perempuan, anak, dan keluarga melalui penguatan kesadaran hukum, pemenuhan hak asasi manusia, kesetaraan gender, inklusi sosial, serta penyediaan layanan Fatayat NU yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Melalui program tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar berupaya menghadirkan lingkungan yang aman, berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat desa maupun komunitas.
Dipilihnya PAC Fatayat NU Wates sebagai pilot project menjadi langkah awal untuk menguji, mengembangkan, dan mengevaluasi model program Kampung Sahabat. Hasil dari pelaksanaan program di Wates diharapkan dapat menjadi pembelajaran serta model yang nantinya dapat dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Blitar.
Dengan diawali melalui asesmen dan sosialisasi, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar menegaskan bahwa Kampung Sahabat dibangun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Tahap selanjutnya, yaitu pembentukan Tim Kampung Sahabat, diharapkan mampu memperkuat gerakan di tingkat komunitas dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Fatayat NU Kabupaten Blitar untuk terus menghadirkan gerakan yang responsif terhadap persoalan perempuan, anak, keluarga, dan kelompok rentan.
Melalui semangat “Fatayat Kuat, Keluarga Hebat”, Kampung Sahabat diharapkan mampu menjadi ruang tumbuhnya kesadaran, kepedulian, dan keberanian bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan ramah bagi seluruh masyarakat.