PAC FATAYAT NU SANANKULON : Turun Bawah PC Fatayat NU Kabupaten Blitar Tertib Administrasi, Cakap Digital: Rajut Soliditas Menuju Fatayat NU Digdaya
Blitar – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas kader melalui kegiatan Turun Bawah (Turba) yang diselenggarakan dengan tema “Tertib Administrasi, Cakap Digital: Rajut Soliditas Menuju Fatayat NU Digdaya.” Kegiatan ini diikuti oleh kader Fatayat NU dari tiga Pimpinan Anak Cabang (PAC), yaitu PAC Udanawu, PAC Ponggok, dan PAC Sanankulon, dengan jumlah peserta mencapai 41 orang.
Kegiatan Turba ini menjadi salah satu upaya strategis PC Fatayat NU Kabupaten Blitar untuk memastikan seluruh struktur organisasi di tingkat PAC memiliki pemahaman yang sama terkait tata kelola organisasi yang baik, tertib administrasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua materi pokok, yaitu Transformasi Digital dan Keorganisasian. Transformasi Digital ini disampaikan oleh Sahabat Uliati Nafiah selaku anggota Bidang Media Informasi, Penelitian dan Pengempangan PC Fatayat NU Kabupaten Blitar, sedangkan materi Tertib Administrasi disampaikan oleh Sahabat Zulia Khoirun Nisa' selaku Wakil Sekretaris PC Fatayat NU Kabupaten Blitar. Kedua materi ini dipilih sebagai bekal penting bagi kader Fatayat NU dalam menjalankan roda organisasi yang profesional, modern, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut organisasi untuk mampu beradaptasi dengan berbagai platform digital. Oleh karena itu, materi Transformasi Digital diberikan untuk meningkatkan literasi digital kader, mulai dari pengelolaan data organisasi, pemanfaatan media sosial secara bijak, hingga penggunaan aplikasi pendukung administrasi organisasi.
“Era digital memberikan banyak peluang bagi organisasi untuk berkembang lebih cepat dan lebih luas. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan kemampuan kader dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab,” ungkap salah satu pemateri.
Selain itu, materi Keorganisasian menjadi pembahasan yang tidak kalah penting. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami kembali prinsip-prinsip dasar organisasi Fatayat NU, tata kelola administrasi, mekanisme pelaporan kegiatan, serta penguatan peran kader dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di tingkat PAC maupun ranting. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing wilayah turut dibagikan sebagai inspirasi untuk memperkuat gerakan Fatayat NU di masa mendatang.
Melalui kegiatan Turba ini, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar berharap tercipta kesamaan visi dan langkah di seluruh tingkatan organisasi. Tertib administrasi tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif semata, tetapi juga sebagai fondasi akuntabilitas organisasi. Sementara itu, kecakapan digital diharapkan mampu menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah, kaderisasi, serta pelayanan kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran kader dari PAC Udanawu, Ponggok, dan Sanankulon menjadi bukti bahwa Fatayat NU terus bergerak membangun sinergi dan soliditas organisasi dari tingkat bawah hingga tingkat cabang.
Melalui Turun Bawah bertema “Tertib Administrasi, Cakap Digital: Rajut Soliditas Menuju Fatayat NU Digdaya”, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar menegaskan bahwa organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an. Dengan administrasi yang tertata, pemanfaatan teknologi yang optimal, serta penguatan kapasitas kader secara berkelanjutan, Fatayat NU diharapkan semakin kokoh, profesional, dan siap menjadi organisasi yang digdaya, memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan agama.