Featured blog image
Keagamaan

PAC Fatayat NU Ponggok Ikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Siapkan Kader Perempuan yang Kompeten

Ponggok, 27 Juli 2026 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Ponggok turut berpartisipasi dalam Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Ponggok bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ponggok. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/7/2026) bertempat di Pondok Pesantren Raudlotul Huda, Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat kapasitas warga Nahdliyin, khususnya para tokoh dan pengurus badan otonom (banom) di tingkat ranting, agar memiliki keterampilan dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Selama ini, ketersediaan tenaga yang mampu merawat jenazah menjadi tantangan tersendiri di lingkungan Nahdlatul Ulama, terutama untuk pemulasaraan jenazah perempuan. Tidak sedikit wilayah yang mengalami keterbatasan kader perempuan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memandikan, mengafani, hingga mempersiapkan jenazah sebelum dimakamkan.

Melihat kondisi tersebut, inisiatif MWC NU Kecamatan Ponggok mendapat sambutan positif dari PAC Fatayat NU Kecamatan Ponggok. Sebagai bentuk dukungan, PAC Fatayat NU mengirimkan perwakilan dari setiap Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Ponggok untuk mengikuti pelatihan secara aktif.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik mengenai tata cara pemulasaraan jenazah yang baik dan benar sesuai syariat Islam. Harapannya, para peserta dapat menjadi rujukan dan penerus layanan sosial keagamaan di lingkungan masing-masing.

Kehadiran kader perempuan dalam pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga adab dan ketentuan syariat, di mana jenazah laki-laki pada prinsipnya dirawat oleh laki-laki, sedangkan jenazah perempuan dirawat oleh perempuan. Di tengah semakin berkurangnya jumlah perawat jenazah, baik laki-laki maupun perempuan, pelatihan semacam ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan regenerasi kader yang siap mengabdi kepada masyarakat.

PAC Fatayat NU Kecamatan Ponggok berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat ditularkan kepada kader dan masyarakat di tingkat ranting, sehingga kebutuhan akan tenaga pemulasaraan jenazah yang profesional, amanah, dan sesuai syariat dapat terus terpenuhi. Sejalan dengan semangat "Fatayat Kuat, Keluarga Hebat", Fatayat NU terus berkomitmen menghadirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap memberikan pelayanan sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi umat.

Related Topics