FATAYAT NU TALUN KUATKAN POTENSI DAN KARAKTER PEREMPUAN MUDA MELALUI SARASEHAN

Talun, Blitar – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Talun kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas kader melalui penyelenggaraan Sarasehan bertema “Gali Potensi, Pancarkan Karakter: Langkah Adaptif Membangun Kepercayaan Diri Perempuan Muda.” Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 2 Agustus 2026 di Gedung Daarun Naja, Desa Sumberjo, Kecamatan Talun ini diikuti oleh anggota dan pengurus Fatayat NU se-Kecamatan Talun dengan penuh antusias.

Sarasehan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas kader perempuan muda agar semakin percaya diri, mampu mengenali potensi diri, serta memiliki karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, perempuan muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga integritas, akhlak, serta keberanian untuk berkontribusi bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Dalam sesi utama, Dr. Aisyatul Azizah, M.H. menyampaikan materi bertajuk “Perempuan to Perempuan.” Ia menegaskan bahwa menjadi perempuan bukan sekadar identitas biologis, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan kontribusi nyata.

“Jangan bangga hanya karena memperoleh ruang prioritas, tetapi buktikan bahwa kita memang pantas dipercaya dan mampu memberikan manfaat,” ungkapnya di hadapan peserta.

Beliau menjelaskan bahwa setiap perempuan memiliki kodrat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun, kodrat tersebut harus diiringi dengan usaha mengembangkan potensi diri. Ia menyampaikan pesan yang menginspirasi, “Kodrat milik Tuhan, potensi adalah usaha.” Menurutnya, potensi hanya akan berkembang apabila seseorang terus belajar, bekerja, dan berani berkarya. Sebaliknya, apabila potensi tidak diasah, maka kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain juga akan semakin kecil.

Selain membahas pentingnya pengembangan potensi, Dr. Aisyatul Azizah juga mengajak peserta memahami makna inner beauty sebagai kekuatan karakter. Perawatan diri dan menjaga penampilan merupakan hal yang baik, namun karakter, akhlak, dan kualitas pribadi tidak dapat dibangun secara instan.

“Cantik itu nyata dan boleh dirawat, tetapi akselerasi karakter tidak pernah memiliki perawatan instan,” jelasnya.

Ia mendorong kader Fatayat NU untuk menjadi perempuan yang mampu memengaruhi lingkungan dengan nilai-nilai positif, bukan justru mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang bertentangan dengan prinsip agama dan moral. Sikap tegas, santun, serta kemampuan menjaga batasan dalam pergaulan menjadi bagian penting dari karakter perempuan Muslimah yang tangguh.

Pada kesempatan yang sama, Muna Indana, S.Pd.I. memberikan pembinaan kepada seluruh anggota Fatayat NU Kecamatan Talun. Ia mengajak para kader untuk lebih percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki serta tidak ragu menggali potensi terbaik dalam diri masing-masing.

Menurutnya, perempuan yang terus belajar dan mengembangkan kapasitas akan mampu membuktikan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara dalam memberikan kontribusi di berbagai bidang kehidupan. Dengan bekal kompetensi, karakter, dan kepercayaan diri, perempuan tidak akan lagi dipandang sebelah mata ataupun diremehkan.

Sarasehan ini juga menjadi bagian dari pembinaan organisasi untuk menyamakan visi seluruh anggota dan pengurus PAC Fatayat NU Talun dalam mewujudkan kader perempuan muda yang adaptif, berdaya, dan digdaya. Melalui kegiatan seperti ini, Fatayat NU terus berupaya mencetak kader yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

Ketua panitia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kader perempuan yang berani mengambil peran strategis, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Semangat “Gali Potensi, Pancarkan Karakter” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap langkah kader Fatayat NU.

Melalui sarasehan ini, PAC Fatayat NU Talun menegaskan bahwa perempuan hebat adalah perempuan yang mampu memadukan kodrat sebagai anugerah Allah SWT, potensi sebagai hasil ikhtiar, serta karakter sebagai fondasi kepemimpinan. Dengan bekal tersebut, perempuan muda Nahdlatul Ulama diharapkan mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat, menginspirasi sesama, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan organisasi, umat, bangsa, dan negara.

Related Topics