200 Kader Fatayat NU se-Kanigoro Bersatu Padu Cegah Kekerasan Seksual Sejak dari Rumah dan Sekolah
BLITAR – Guna membentengi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan seksual, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kanigoro menggelar acara Sarasehan bertajuk "Mitigasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Keluarga dan Sekolah". Acara yang berlangsung pada Ahad (7/6/2026) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertempat di Ranting Fatayat NU Banggle. Agenda krusial ini sukses menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dari para kader. Tercatat, tidak kurang dari 200 kader Fatayat NU dari berbagai ranting di wilayah Kecamatan Kanigoro hadir memadati lokasi acara.
Acara dikemas secara apik, interaktif, dan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Muashomah Ketua PAC Fatayat NU Kanigoro menekankan betapa pentingnya membangun pemahaman yang mendalam serta kepedulian (awareness) kolektif mengenai mitigasi kekerasan seksual. "Keluarga dan sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi perempuan dan anak. Melalui sarasehan ini, kita ingin memastikan seluruh kader Fatayat memiliki pemahaman yang kuat untuk melakukan mitigasi dan pencegahan dini, dimulai dari lingkungan terdekat kita," ujarnya tegas.
Dua Sudut Pandang Narasumber: Hukum dan Pendampingan
Untuk mengupas tuntas mitigasi ini, Fatayat NU menghadirkan dua pakar yang berkompeten di bidangnya dari sudut pandang hukum dan keorganisasian: Brigpol Arif Rohman, S.H. (Unit PPA Polres Blitar) Beliau memaparkan materi dari sisi hukum, bentuk-bentuk kekerasan seksual yang kerap terjadi, hingga langkah hukum taktis yang harus diambil jika menemukan kasus di lapangan. Kehadiran pihak kepolisian memberikan pemahaman regulasi yang gamblang bagi para peserta. Kemudian pemateri yang kedua Sahabat Titin Dwi Sulistyowati (PC Fatayat NU Kabupaten Blitar) Sebagai representasi organisasi, beliau mengulas peran strategis kader Fatayat sebagai agen edukasi di masyarakat. Beliau menekankan pentingnya pendekatan emosional, pengasuhan yang aman di dalam keluarga, serta peran Fatayat dalam memberikan ruang aman bagi korban.
Antusiasme Tinggi dan Komitmen Bersama
Sepanjang tiga jam acara berlangsung, diskusi berjalan sangat dinamis. Banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para kader menunjukkan bahwa isu mitigasi kekerasan seksual ini memang menjadi kebutuhan riil di masyarakat.
Melalui sarasehan ini, 200 kader Fatayat NU se-Kanigoro berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menyuarakan STOP kekerasan seksual dan siap mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam keluarga serta lingkungan sekolah anak-anak mereka.